[ONESHOT] Packing

tips-keliling-dunia-photo-from-photographylife.com_.

.

There is always a sadness about packing. I guess you wonder if where you’re going is as good as where you’ve been. – Richard Proenneke.

.

.

Sehun melihat lelaki itu menghela napas sembari melanjutkan melipat beberapa bajunya. Ia duduk di lantai, bersila di depan lemari kaca tempat semua bajunya tersimpan. Rambutnya bahkan masih terlihat basah. Menandakan bahwa ia baru saja selesai mandi.

Sama halnya dengan member yang lain, mereka berbagi lemari baju di dorm EXO dengan member lainnya. Namun mengingat sifatnya yang tidak suka berbagi hal-hal pribadi; lemari baju termasuk adalah hal utama, namun ia tidak punya pilihan lain. Karena di Korea itu adalah ‘menumpang’ di negeri orang untuknya, tentu saja hal seperti itu tidak bisa dihindari.

Kemarin menjadi malam yang cukup panjang bagi Sehun dan para member lainnya. Bagaimanapun juga, Luhan – lelaki itu – sudah menjelaskan apa yang ia mau di kemudian hari. Jujur saja itu tidak berlangsung dengan mudah. Banyak raut kekecewaan terpatri di sana. Namun keputusan Luhan sudah bulat.

Perlahan Sehun berjalan mendekati Luhan yang tengah asik melipat kemeja warna biru favoritnya. Ia mendudukan diri di sebelah tumpukan baju dengan kaca lemari sebagai sandaran punggungnya. Luhan menoleh dan melihat raut wajah Oh Sehun menatapnya dengan tatapan memelas.

Dengan seulas senyum, ia mengambil sehelai sweater berwarna biru gelap dari tumpukan baju paling atas. “Kamu mau ini tidak?” kedua tangannya membentangkan sweater itu dengan senyum lebar, “untuk kenang-kenangan mungkin?” meskipun suaranya terdengar getir. Seperti ada sesuatu tersendat di tenggorokan. Luhan merapikan poninya, rambutnya sudah kembali berwarna hitam sekarang.

“Jadi ini semua nyata ya?” Sehun memperlihatkan senyum tipis, “Aku pikir semalam itu hanya mimpi buruk, dan ketika aku bangun semua tetap seperti sediakala.”

.

“Utuh.”

 .

.

“Tidak berubah.”

 .

.

Luhan menelan ludah.

 .

“Janganlah melankolis seperti itu,” serunya sambil mengacak-acak rambut Sehun seperti yang biasa ia lakukan.

Dalam keadaan normal, Sehun akan selalu merengek bahwa ia tidak suka diperlakukan seperti anak kecil. Ia bahkan sudah lebih tinggi dari Luhan.

 .
Tapi keadaan kali ini sedang tidak normal.
 .

“Begini saja, kau kupinjamkan tas MCM kesayanganku itu, tapi berjanjilah kau akan mengembalikannya. Bagaimana?” Tanyanya mencoba mengajukan penawaran.

Sehun mencebik. Ia hanya memandangnya dengan galak. “Maksudmu kau tidak ikhlas memberikanku tas itu?”

“Mungkin,” jawabnya lugas. Salah satu hal yang menjadi favorit Luhan adalah menggoda Sehun. dan mungkin di masa depan ia akan merindukan ini.Tiba-tiba Luhan menghentikan kegiatannya melipat baju dan menaruh semua barang-barangnya di dalam lemari.

“Aku sedang tidak ingin berdebat. Kita beli bubble tea saja,yuk?” Ia memggamit tangan Sehun dan membantunya berdiri.

“Kau bertambah tinggi,” sahut Luhan. Ia harus sedikit mendongak ketika mengucapkannya.

“Tentu saja, aku masih dalam masa pertumbuhan, tidak sepertimu,” ucap lelaki tinggi itu datar.

“Apa kau bilang?” Luhan menaruh legannya di leher Sehun dan memitingnya sekuat tenaga hingga yang yang bersangkutan berteriak minta ampun.

“Kau sadis sekali hyung, sebenarnya niat menghibur tidak sih?” Sehun memijat lehernya yang sekarang berwarna kemerahan.

“Aku hanya mengingatkanmu kembali, jaga-jaga kalau nanti aku tidak disini lagi lalu kau merindukanku,” Luhan menjulurkan lidahnya.

“Cih. Sudahlah ayo beli Bubble tea, tapi dibayarin ya, Sehun lagi tidak punya uang,” ucap Sehun sembari menunjukkan senyum dua puluh gigi ajaran salah satu hyungnya yang ia adaptasi dengan sangat baik.

“Sejak kapan kalau kita beli Bubble tea bukan aku yang bayar?” ucap Luhan sembari menggeret Sehun keluar dari dorm. Apa yang akan terjadi nanti biarkan menjadi urusan nanti.

 .

 FIN

.

.

.

.

.

note:

Holla lagi mencoba menulis lagi kkkk🙂

8 pemikiran pada “[ONESHOT] Packing

  1. kak ipeeeeeh, maafkan baru sempet kemari.

    …baper. meskipun kejadiannya udah lama banget dan udah move on, tapi baca beginian, aku… baper…. lagi. dan berharap mereka tetep berduabelas lagi. huhuhu.

    ini sehun-luhan sedih banget. hurt/comfort gitu kan. ringan, cuma entah kenapa aku ngerasa ada sesuatu yang pekat di belakangnya. sesuatu yang…. bitter. bitter banget, malah. apalagi luhan terus-terusan ngingetin dia mau pergi kan uwu sedih banget kalo misalkan punya temen deket terus pergi tiba-tiba, so… somehow, aku bisa ngerasain si sehun.

    aku suka, kak ipeh! maaf yaa, komentarku pendek sekali. pokoknya kak ipeh semangat terus, okaaaay? i love you so muuuuch!❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s