[LAY] Anything for You ^^

Aku mendekat ke arah kerumunan. Ah mungkin aku memang sudah terlambat. kupercepat langkahku namun pada akhirnya aku hanya sampai di belakang seorang gadis berambut panjang dengan jeda delapan manusia di depannya.

Aku berjinjit. Namun hasilnya tetap nihil. Salahkan saja tinggiku yang hanya setara tinggi kolam renang standart ini. Aku berfikir mungkin aku akan menunggunya. Tapi kemungkinannya hanya seperseribu. Aku hanya bisa pasrah. Kupandangi kantong karton bertuliskan salah satu merk terkenal di tangan kiriku.

Dengan helaan nafas, aku beranjak pergi untuk mencari tempat duduk dibelakang. Kukeluarkan ponselku dan kupandangi pesan teratas sent item-ku.

ge, aku akan menemuimu jam sembilan ^^ semoga tidak ada hambatan, bersemangatlah ^^

Jarum pendek jam mengarahkan kakinya ke angka sembilan. Sedangkan jarum dengan kaki lebih panjang bertengger di angka sepuluh. Ini sudah hampir satu jam dari waktu yag telah kutentukan. Aku berfikir mungkin saat ini belum jodoh untuk bisa bertemu dengannya.

Kerumunan perlahan sudah mulai menghilang. Ternyata sekelompok orang yang mereka tunggu sudah pergi. Aku menggosok-gosokkan kedua tanganku. Musim gugur di Seoul sama dinginnya dengan dirumah. Aku tersenyum miris, sampai disini sajakah perjuanganku. Apakah dia kecewa. Apakah dia mengira aku mengingkari janjiku?

Aku menatap langit. Berharap ada bintang jatuh di musim dingin. Kisah kami mungkin semu namun aku yakin waktu tidak akan beringkar janji. Dimana semakin lama kamu bersamanya makan semakin erat pula ikatan yang terjalin. Dan kupikir kisah kami yang tahun ini memasuki tahun ketujuh merupakan salah satu bukti.

Sebuah taxi kuning yang meluncur di depanku yang diikuti serombongan gadis remaja membuatku tersadar dari sesi curhatku dengan langit. Aku memincingkan mata, apakah itu dia. Aku segera berlari membawa kotak karton keramat itu. Benda itu berayun-ayun seolah menyemangatiku untuk terus berlari. Memperjuangkan kisahku yang sudah hampir mencapai titik awal.

Ternyata itu bukan dia. Gontai aku kembali ke tempat dimana langit sudah menungguku untuk kembali membuka sesi curhat lanjutan. Di bawah sinar lampu siluet seseorang menghampiriku. Mengamatiku denga seksama. Aku menengadah. Tersenyum. Dia.

Apakah kau menungguku dari tadi? aku tadi sempat mengira kamu tidak jadi datang. Lalu aku pulang. Namun hatiku merasakan bahwa kau akan datang. Terlambat. Lalu aku berputar jalan dan ternyata memang kau

Aku tersenyum. Kita berjalan beriringan. Sebuah senyum penyesalan tersungging mana kala dia meminta maaf karena tidak bisa mengajakku ke suatu tempat yang hangat. Hei, taukah dia bahwa lesung pipi manisnya itu sudah membuat hatiku hangat seketika? Aku yakin dia pasti tidak tau. Aku tersenyum dan berkata bahwa itu bukan masalah. Menenangkan dia.

Kita berdua duduk di depan toko yang sudah tutup. Dia memulai pembicaraan. Menanyakan kabarku, bagaimana aku bisa sampai disini, bersama siapa dan kabar tentang mereka yang ada di rumah. Aku menjawab dengan riang kemudian obrolan kami berlangsung lancar.

Ketika kuberikan kantong karton itu kepadanya, dia terkejut. Terlalu berlebihan katanya. Padahal itu hanya sepasang pakaian, jaket dan sekotak tart. Benar aku kesini memang untuk merayakan ulang tahunnya.

Satu jam kemudian, dia terpaksa mengakhiri obrolan kita. Sudah malam katanya. Dia tidak mau aku pulang terlalu larut. Kembali dia mengutarakan rasa sungkannya padaku. Dia menawarkan diri untuk membelikanku cola.

Hanya itu yang bisa kubeli saat ini. Aku tidak punya banyak. Nanti di kedepanya ingatkan aku untuk membalas semua ini.

Aku tersenyum. Aku bilang padanya tidak perlu. Ini semua memang karena aku mencintainya. Kami mencintainya.

Ada satu pertanyaan untukmu. Kamu sudah mendukungku selama tujuh tahun ini. Dan aku belum bisa membalasmu apa-apa. Bahkan rencana debutku pun masih belum ditentukan. Katakan padaku apa yang membuatmu bertahan sejauh ini?

Aku tersenyum

Karena kamu pantas untuk mendapatkan semua itu

Itu saja

7 Oktober 2011, musim gugur, Seoul, aku, kertas karton, sekotak tart, teras toko, dan Dia

Happy Birthday Zhang Yizing…

eaf81a4c510fd9f926fc3ddd252dd42a2934a49f

note: FF ini terinspirasi dari kisah nyata kkkk dan memang benar terjadi. Yang di foto itu a/ salah satu admin dari XingPark dari Changsa China. Dimana memang para admin pendirinya itu sudah mendukung Lay sejak tahun 2004/2005 disaat Lay masih ikut acara pencari bakat di China. Mereka terdiri dari teman sesama peserta dan adik kelas di sekolah Lay ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s